Rabu, 06 November 2024

Mengetahui Warna Tanah dengan Metode Munsel

Pentingnya Warna Tanah pada Pertanian

Tanah merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan di bumi. Tanah menyediakan air, udara serta nutrisi yang dibutuhkan makhluk hidup. Dalam penggunaan lahan untuk kebutuhan pertanian dan produksi bio massa, sumber daya lahan dapat menghasilkan makanan, pakan, pakaian, tempat tinggal dan bio energi yang dapat mendukung kehidupan manusia.

Tanah memiliki sifat fisika seperti tekstur, struktur, kepadatan, porositas, aerasi, kekuatan, suhu, dan warna tanah. Sifat-sifat tersebut merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi penggunaan tanah. Salah satu sifat yang paling sering digunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan dan mengklasifikasikan tanah adalah warna.

Warna tanah merupakan sifat yang paling jelas dan mudah ditentukan. Warna tanah dapat digunakan sebagai petunjuk adanya sifat-sifat khusus dari tanah. Makin tua warna tanah menunjukkan semakin tingginya tingkat kesuburan tanah. Hal ini dipengaruhi oleh bahan organik yang terkandung dan tingkat pemupukan unsur hara yang terjadi. Nutrisi yang terkandung pada tanah dengan warna gelap berasal dari pelapukan mineral primer. Nutrisi tersebut seperti kalsium, magnesium, natrium, hingga kalium yang bermanfaat untuk mendukung produktivitas tanaman.

Manfaat Mengetahui Warna Tanah

  1. Mengetahui bahwa tanah memiliki sifat-sifat khusus yang perlu diperhatikan sebelum dilakukannya olah lahan
  2. Mengetahui tingkat kesuburan tanah secara umum
  3. Mengetahui tanah yang lebih cocok digunakan dalam pertanian
  4. Mengetahui langkah yang harus diambil dalam melakukan olah tanah agar memiliki tanah yng mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal

Metode Munsell (HVC)

Sistem warna Munsell membagi warna melalui 3 dimensi warna yaitu hue, value, dan chroma. Sistem warna ini dikemukakan oleh Profesor Albert H. Munsell dan kemudian diadopsi oleh United States Department of Agriculture (USDA) sebagai sistem warna resmi untuk penelitian tanah pada 1930 an.

sumber: wikipedia.org


Cara menggunakan buku Munsell untuk menentukan warna tanah:

sumber: tokopedia.id


  1. siapkan sample tanah yang akan diuji
  2. ambil sedikit sample tanah kemudian pijat pijat menjadi bagian kecil
  3. letakkan sample tanah tersebut di atas kertas Munsell dan cocokkan dengan color chart yang ada dalam buku
  4. angka di pojok kanan atas menunjukkan besarnya hue, angka di samping kiri menunjukkan besarnya value, dan angka di deret bawah menunjukkan besarnya chroma
  5. amati dan catat angka yang tertera pada buku dengan susunan seperti di bawah ini
Hue/ Value/ Chroma

Warna dan Struktur Tanah yang Didapati

1. Sample A: Kebun Cabai (2,5 YR/ 2/ 2)

Tanah ini di dapat dari lokasi kebun cabai yang ada di Gang Bangsawan, Antirogo dengan kedalaman 15 cm. Tanah ini memiliki struktur tanah dengan bentuk Sub Angular Blocky. Tanah dengan struktur seperti ini biasanya merupakan tanah yang sering mengalami olah tanah atau ditambahkan bahan organik maupun kimia sehingga tanah tersebut dapat menyediakan unsur hara yang mendukung produktivitas tanaman


2. Sample B: Kebun Jagung (5 YR/ 2/ 2)


Tanah ini didapat dari kebun jagung yang berlokasi di Jl Tawangmangu. Sama seperti Sample A, tanah ini memiliki struktur tanah Sub Angular Blocky. 

3. Sample C: Kebun kurang terawat (5 YR/ 3 /3)


Tanah ini diambil dari kebun yang ada di lahan warga dan kurang terawat. Tanah ini memiliki struktur tanah Granular. Tanah jenis ini biasanya didapat dari lahan yang tanamannya memiliki banyak persaingan, di mana unsur hara yang terkandung di dalam tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan tanaman yang ada di atasnya.


Referensi

Lasamani Missa, dkk. 2023. SISTEM IDENTIFIKASI WARNA TANAH MUNSELL MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 DAN KELEMBABAN YL-69. Universitas Gunadarma: Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengambilan Sample Tanah Tidak Terganggu

Sample tanah tidak terganggu Sample tanah tidak terganggu atau  undistrubed soil sample  merupakan tanah yang diperoleh dari lapisan/horizon...