Jumat, 29 November 2024

Pengambilan Sample Tanah Tidak Terganggu

Sample tanah tidak terganggu

Sample tanah tidak terganggu atau undistrubed soil sample merupakan tanah yang diperoleh dari lapisan/horizon tanah tertentu yang diambil dalam kondisi tidak terganggu, sehingga hasil yang didapatkan saat pengambilan memiliki kondisi yang hampir sama seperti yang ada di lapangan. Sample tanah tidak terganggu ini digunakan dalam menentukan sifat fisik dasar tanah.

Pengambilan sample tanah tidak terganggu ini dilakukan dengan menggunakanring sample dengan bantuan palu dan pisau untuk mempermudah proses pengambilan

Manfaat

Pengambilan sample tanah tidak terganggu dalam dunia pertanian memiliki manfaat sebagai berikut:
  1. dapat digunakan untuk analisis kandungan nutrisi dan mineral dalam tanah
  2. membantu petani dalam memberikan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman 
  3. memahami kondisi dan karakteristik tanah sesuai keadaan sebenarnya

Metode Pengamatan

a. Waktu dan Tempat



Pengambilan sample tanah tidak terganggu ini dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2024 di area kebun kopi, Politeknik Negeri Jember 

b. Alat dan Bahan
  • set ring sampel dan ring master
  • nampan 
  • lisau
  • palu
  • alat tulis
  • timbangan
c. Prosedur Kerja
  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
  2. Gunakan ring sampel yang lancip lalu susun dan letakkan ring master di atasnya
  3. Kemudian, letakkan di atas tanah yang akan digunakan sebagai sample dan pukul menggunakan palu yang telah disediakan sebelumnya
  4. Gali tanah yang ada di sekitar ring sampel menggunakan pisau
  5. Angkat ring sampel
  6. Iris tanah yang ada di ring sampel secara horizontal menggunakan pisau
  7. Bersihkan tanah yang menempel di sekitar ring sampel
  8. Berikan label pada sample tanah yang diperoleh
  9. Timbang sampel untuk mengetahui berat sample yang di uji
  10. Catat hasilnya

Hasil Pengamatan 

a. sample 1 dengan berat 271 gram


b. sample 2 dengan berat 264 gram








Rabu, 06 November 2024

Mengetahui Warna Tanah dengan Metode Munsel

Pentingnya Warna Tanah pada Pertanian

Tanah merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan di bumi. Tanah menyediakan air, udara serta nutrisi yang dibutuhkan makhluk hidup. Dalam penggunaan lahan untuk kebutuhan pertanian dan produksi bio massa, sumber daya lahan dapat menghasilkan makanan, pakan, pakaian, tempat tinggal dan bio energi yang dapat mendukung kehidupan manusia.

Tanah memiliki sifat fisika seperti tekstur, struktur, kepadatan, porositas, aerasi, kekuatan, suhu, dan warna tanah. Sifat-sifat tersebut merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi penggunaan tanah. Salah satu sifat yang paling sering digunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan dan mengklasifikasikan tanah adalah warna.

Warna tanah merupakan sifat yang paling jelas dan mudah ditentukan. Warna tanah dapat digunakan sebagai petunjuk adanya sifat-sifat khusus dari tanah. Makin tua warna tanah menunjukkan semakin tingginya tingkat kesuburan tanah. Hal ini dipengaruhi oleh bahan organik yang terkandung dan tingkat pemupukan unsur hara yang terjadi. Nutrisi yang terkandung pada tanah dengan warna gelap berasal dari pelapukan mineral primer. Nutrisi tersebut seperti kalsium, magnesium, natrium, hingga kalium yang bermanfaat untuk mendukung produktivitas tanaman.

Manfaat Mengetahui Warna Tanah

  1. Mengetahui bahwa tanah memiliki sifat-sifat khusus yang perlu diperhatikan sebelum dilakukannya olah lahan
  2. Mengetahui tingkat kesuburan tanah secara umum
  3. Mengetahui tanah yang lebih cocok digunakan dalam pertanian
  4. Mengetahui langkah yang harus diambil dalam melakukan olah tanah agar memiliki tanah yng mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal

Metode Munsell (HVC)

Sistem warna Munsell membagi warna melalui 3 dimensi warna yaitu hue, value, dan chroma. Sistem warna ini dikemukakan oleh Profesor Albert H. Munsell dan kemudian diadopsi oleh United States Department of Agriculture (USDA) sebagai sistem warna resmi untuk penelitian tanah pada 1930 an.

sumber: wikipedia.org


Cara menggunakan buku Munsell untuk menentukan warna tanah:

sumber: tokopedia.id


  1. siapkan sample tanah yang akan diuji
  2. ambil sedikit sample tanah kemudian pijat pijat menjadi bagian kecil
  3. letakkan sample tanah tersebut di atas kertas Munsell dan cocokkan dengan color chart yang ada dalam buku
  4. angka di pojok kanan atas menunjukkan besarnya hue, angka di samping kiri menunjukkan besarnya value, dan angka di deret bawah menunjukkan besarnya chroma
  5. amati dan catat angka yang tertera pada buku dengan susunan seperti di bawah ini
Hue/ Value/ Chroma

Warna dan Struktur Tanah yang Didapati

1. Sample A: Kebun Cabai (2,5 YR/ 2/ 2)

Tanah ini di dapat dari lokasi kebun cabai yang ada di Gang Bangsawan, Antirogo dengan kedalaman 15 cm. Tanah ini memiliki struktur tanah dengan bentuk Sub Angular Blocky. Tanah dengan struktur seperti ini biasanya merupakan tanah yang sering mengalami olah tanah atau ditambahkan bahan organik maupun kimia sehingga tanah tersebut dapat menyediakan unsur hara yang mendukung produktivitas tanaman


2. Sample B: Kebun Jagung (5 YR/ 2/ 2)


Tanah ini didapat dari kebun jagung yang berlokasi di Jl Tawangmangu. Sama seperti Sample A, tanah ini memiliki struktur tanah Sub Angular Blocky. 

3. Sample C: Kebun kurang terawat (5 YR/ 3 /3)


Tanah ini diambil dari kebun yang ada di lahan warga dan kurang terawat. Tanah ini memiliki struktur tanah Granular. Tanah jenis ini biasanya didapat dari lahan yang tanamannya memiliki banyak persaingan, di mana unsur hara yang terkandung di dalam tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan tanaman yang ada di atasnya.


Referensi

Lasamani Missa, dkk. 2023. SISTEM IDENTIFIKASI WARNA TANAH MUNSELL MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 DAN KELEMBABAN YL-69. Universitas Gunadarma: Depok

Selasa, 08 Oktober 2024

Pengukuran pH Tanah Menggunakan Indikator pH Universal & pH meter


pH Tanah dan Keterkaitannya dengan Dunia Pertanian

pH tanah ialah derajat(tingkat) keasaman maupum kebasaan suatu tanah yang dituliskan dalam skala 0-14. Tanah dikatakan memiliki pH netral ketika nilai pH-nya berada di angka 7. Skala pH optimum dalam bidang pertanian terletak di kisaran 5,5 hingga 6,5. 

Tanaman dapat tumbuh subur ketika tanaman tersebut dapat memperoleh unsur hara tanah yang ia butuhkan dengan baik, seperti Nitrogen, Phospor, Magnesium, dan sebagainya. Ketersediaan unsur hara tersebut dalam tanah juga dapat dipengaruhi oleh tingkat keasaman tanah.

sumber: kompasiana.com


Berdasarkan grafik tersebut, terlihat jelas bahwa pH tanah merupakan salah satu faktor penting yang  menentukan ketersediaan unsur hara dalam tanah yang mendukung keberhasilan tanaman dalam proses pertumbuhan.

Beberapa alasan pentingnya mengetahui pH tanah:

1. Menentukan tingkat kemudahan penyerapan ion-ion unsur hara oleh tanaman  
Umumnya, unsur hara dapat dengan mudah diserap oleh tanaman ketika angka pH berada pada kisaran pH ideal pertanian, karena pada kondisi ini unsur hara(terutama unsur hara makro) mudah larut dalam air. 

2. pH tanah dapat mendeteksi unsur-unsur hara yang bersifat racun
Kondisi tanah yang terlalu asam atau basa dapat memicu penurunan unsur hara makro yang bermanfaat bagi tanaman. Di samping itu, terjadi peningkatan unsur hara mikro yang dapat bersifat racun bagi tanaman apabila tersedia pada angka berlebih.

3. pH tanah mempengaruhi perkembangan mikroganisme dalam tanah
Pada kisaran pH ideal pertanian, bakteri dan jamur pengurai bahan organik dapat berkembang dengan baik. Apabila pH tanah terlalu asam, populasi bakteri pengurai bahan organik menurun dan aktivitasnya terhambat, sehingga dapat menyebabkan penumpukan bahan oganik dan unsur hra terikat. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga kondisi pH tanah agar tetap pada angka yang ideal bagi standart pertanian.

Cara menggunakan Indikator pH Universal (pH Paper Indicator)

sumber: minapoli.com


pH Paper Indikator adalah sejenis kertas yang dilapisi dengan indikator universal, sehingga dapat menunjukkan perubahan warna apabila terjadi reaksi dengan asam-basa. Dalam pengukuran pH sample tanah, kertas pH ini dapat membantu untuk mengetahui berapa besar pH dari tanah yang diuji.

Cara pengukuran pH tanah menggunakan kertas pH:



  1. Ambil dan siapkan sample tanah yang akan diuji
  2. Larutkan sample tanah yang telah diambil menggunakan air. Tidak disarankan menggunakan air PDAM karena dapat mempegaruhi hasil akhir pengukuran.
  3. Uji sample dengan cara mencelupkan kertas pH selama 30 detik. 
  4. Angkat kertas pH kemudian bersihkan dari sisa tanah yang menempel menggunakan tisu. Berhati-hatilah ketika membersihkan agar warna pada kertas pH tidak terkelupas
  5. Amati warna dan bandingkan dengan parameter yang ada.
  6. Catat hasil pembacaan 

Cara menggunakan pH meter

pH meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman maupun kebasaan dari suatu sample yang menampilkan hasil pengukuran digital.


Cara pengukuran pH tanah menggunakan pH meter:
  1. Siapkan sample tanah yang akan diuji dan larutkan dengan air
  2. Tekan tombol on pada alat dan biarkan selama beberapa detik agar alat melakukan kalibrasi
  3. Celupkan alat pada larutan tanah 
  4. Amati angka yang tertera pada alat dan catat hasilnya
  5. Bersihkan alat setelah digunakan dengan air destilasi kamudian lap hingga kering

Hasil Pengamatan pada Lahan

Sample tanah yang diuji pada percobaan ini diambil dari area kebun kopi Politeknik Negeri Jember. Hasil pengamatan menggunakan kedua indikator menunjukkan hasil yang sepadan. 

Pada pengamatan menggunakan kertas pH, sample tanah menujukkan warna yang sama dengan pH 5. Sedangkan pengukuran menggunakan pH meter menunjukkan angka 5,5. Kedua data tersebut menunjukan bahwa tanah yang ada pada area kebun kopi Politeknik Negeri Jember tergolong dalam kategori asam. 



Referensi :

https://pertanian.ngawikab.go.id/2023/03/03/hubungan-ketersediaan-unsur-hara-dengan-ph-tanah/

https://pertanian.kulonprogokab.go.id/detil/1105/tanah-masam-dan-pengaruhnya#:~:text=Supaya%20tanaman%20tumbuh%20ideal%20dibutuhkan,5%2C5%206%2C5

Selasa, 01 Oktober 2024

Pengambilan dan Pengamatan Sample Tanah Terganggu

Pengertian dan Manfaat Sample Tanah Terganggu 

Tanah merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pertanian, umumnya digunakan sebagai  media tanam. Media tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman harus memenuhi beberapa kriteria. Misalnya, tanah harus menyediakan kebutuhan yang diperlukan tanaman seperti air, udara, unsur hara, dan terbebas dari bahan-bahan beracun yang mengandung konsentrasi berlebihan yang membahayakan tanaman. Dengan demikian sifat-sifat fisik tanah perlu dipelajari guna memberikan media tumbuh yang ideal bagi tanaman.

Sample tanah merupakan tanah yang diambil dari lapisan tanah tertentu guna diidentifikasi sifatnya yang selanjutnya dapat membantu dalam pemberian perlakuan dan pengelolaan. Praktikum ini berfokus pada pengambilan sample tanah terganggu yang biasa digunakan dalam analisis kandungan air, tekstur tanah, perkolasi, batas cair, batas plastis, batas kerut, dan sebagainya.




Teknis pelaksanaan pengambilan sample tanah

Alat yang digunakan :
  1. Bor tanah (auger)
  2. Ember/nampan
  3. Roll meter
  4. Kertas label
Bor tanah(auger) (sumber: Wcfhire)



Prosedur kerja
  1. Bersihkan permukaan tanah dari vegetasi ataupun penghalang lainnya sebelum melakukan pengeboran
  2. Putar auger searah jarum jam untuk mengambil sample sesuai sub-kedalaman yang diinginkan(misalnya 20cm, 40cm, 60cm, dsb), lalu putar auger belawanan jarum jam agar mempermudah proses pengangkatan sample tanah yang sudah terambil. Kemudian pindahkan sample yang sudah terambil ke dalam ember/nampan dan ulangi hingga semua sub-kedalaman terambil.
  3. Jangan lupa memberikan label maupun penanda pada setiap sample yang sudah diambil agar tidak terjadi kekeliruan

Pemilihan lokasi dan jumlah titik galian

Pemilihan titik galian sample dapat dilakukan secara zigzag, diagonal, maupun dengan pola yang lain. Jumlah titik galian dapat didasarkan pada panjang area maupun luas area yang akan dijadikan lokasi percobaan. Pada praktikum ini, area yang digunakan adalah area kebun kopi Politeknik Negeri Jember dengan luas lahan 72m x 72m sehingga sample yang dapat diambil adalah 10-16 sample




 Contoh titik galian sample yang dapat dilakukan (Sumber: Centurion University)

Pengambilan Sample Tanah Tidak Terganggu

Sample tanah tidak terganggu Sample tanah tidak terganggu atau  undistrubed soil sample  merupakan tanah yang diperoleh dari lapisan/horizon...